{"id":1850,"date":"2024-04-10T19:07:00","date_gmt":"2024-04-10T19:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/?p=1850"},"modified":"2024-04-03T07:20:35","modified_gmt":"2024-04-03T07:20:35","slug":"bahaya-overstock","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/?p=1850","title":{"rendered":"Bahaya Overstock dalam Bisnis dan Likuidasi Sebagai Solusi"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"740\" height=\"416\" src=\"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/3333.jpeg\" alt=\"how to avoid overstock inventory\" class=\"wp-image-1851\" srcset=\"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/3333.jpeg 740w, https:\/\/pasarramahbisnis.id\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/3333-300x169.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam mengelola inventaris (<em>inventory management<\/em>), <em>overstocking<\/em> merupakan tantangan yang akan dihadapi perusahaan. Pasalnya, terdapat bahaya <em>overstock<\/em> yang dapat merugikan perusahaan secara finansial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyimpan stok untuk menyiasati permintaan yang melambung, memang seringkali dijadikan alasan bagi perusahaan untuk <em>overstocking<\/em>. Namun, ingat bahwa menyimpan stok yang berlebih itu ada resikonya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka itu, perusahaan kerap mengatasi <em>overstock <em>inventory <\/em><\/em>dengan melakukan likuidasi, baik secara mandiri maupun dengan pihak ketiga. Lantas, apa bahayanya <em>overstocking<\/em>, dan mengapa likuidasi adalah solusi yang tepat?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5 Bahaya Overstock dalam Bisnis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Overstock<\/em> dianggap sebagai kebiasaan yang membahayakan bisnis, karena kemungkinan besar, semua stok tersebut tidak dapat terjual kembali. Stok yang tidak terjual ini akan masuk ke dalam kategori <em>excess stock<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak perusahaan yang tidak ingin memiliki <em>excess inventory<\/em> atau <em>stock<\/em> ini, dan alasannya tentu valid. Karenanya, ketahui apa saja bahaya <em>overstock<\/em>, yang dapat berujung menjadi excess inventory tersebut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kerugian Finansial<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa sangka jika bahaya <em>overstock<\/em> dapat merugikan perusahaan secara finansial? Dikutip dari RetailWire, <em>overstock<\/em> bertanggung jawab atas 3.2% dari total kerugian yang dimiliki retailer secara global.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini merupakan kerugian yang nampak dirasakan dalam bisnis kecil maupun berskala besar. Lalu, bagaimana memiliki stok yang berlebih, dapat membuat perusahaan mengalami kerugian yang besar?<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penurunan harga disebabkan kualitas produk yang menurun<\/strong>. Barang yang tersimpan lama dari hasil <em>overstocking<\/em> tidak selamanya dalam keadaan sempurna. Terutama jika tidak laku-laku, mau tidak mau perusahaan menjualnya dengan harga yang lebih murah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Biaya untuk menyimpan stok yang akan meningkat drastis<\/strong>. Perusahaan memiliki pengeluaran untuk setiap produk di gudang, yang juga mencakup fasilitas, teknologi, dan tenaga kerja. Semua hal tersebut tidak gratis, dan biayanya semakin mahal, seiring lamanya produk tersimpan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila hasil penjualan saat ini tidak mampu menutupi biaya dari pengelolaan <em>overstock<\/em>, maka perusahaan tentu akan merugi. Kesimpulannya, <em>overstocking<\/em> memang akan berdampak secara finansial.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dampak pada Arus Kas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Cash flow<\/em> atau arus kas, sejatinya merupakan pergerakan uang perusahaan yang masuk dan keluar. Karena itu, wajar apabila perusahaan selalu ingin mengoptimalkan arus kas, untuk menjaga bisnis aktif setiap saat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, <em>overstocking<\/em> ini justru malah dapat menghambat arus kas, karena tidak ada pergerakan uang sama sekali. Stok yang seharusnya sudah terjual dan tercatat di laporan arus kas, malah tetap berada di gudang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam laporan arus kas juga terdapat rincian mengenai investasi, pembayaran pajak, hingga operasional. Ketiga faktor ini juga akan terhambat, apabila perusahaan tidak menerima pendapatan dari stok tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diingat, jika laporan arus kas dibuat sesuai dengan periode waktu tertentu. Setiap pendapatan dan pengeluaran yang dimiliki oleh perusahaan akan tercatat di dalam laporan finansial tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila stok yang berlebih tidak terjual di periode tersebut, serta pengeluaran terus dilakukan, maka perusahaan akan mengalami <em>negative cash flow<\/em>. Hal ini akan berdampak untuk keberlangsungan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Keterbatasan Ruang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ruang merupakan tempat yang terbatas. Perusahaan tidak bisa memiliki ruang untuk menyimpan apapun yang diinginkan. Inilah mengapa manajemen inventaris merupakan hal yang penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa? Karena <em>overstocking<\/em> yang akan dihadapi perusahaan pada umumnya, yaitu keterbatasan ruang penyimpanan. Dengan stok yang berlebih, perusahaan tidak memiliki ruang untuk stok produk yang laku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alhasil, perusahaan perlu menyewa ruang penyimpanan baru untuk stok-stok tersebut. Perusahaan akan mengeluarkan biaya kembali untuk stok produk laku, ditambah biaya untuk menyimpan produk yang tidak laku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin banyak kuantitas dari stok yang kelebihan, maka semakin besar total biaya yang akan dikeluarkan. Satu-satunya cara untuk menghindari hal ini adalah dengan tidak melakukan <em>overstocking<\/em> dari awal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Risiko Keusangan Produk<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada produk yang tahan selamanya. Prinsip ini perlu diingat bagi perusahaan yang ingin menghindari bahaya <em>overstock<\/em>. Jika produk tersebut termasuk FMCG (<em>fast moving consumer goods<\/em>), maka produk akan dapat kedaluwarsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, produk yang termasuk <em>slow-moving goods<\/em>, akan dapat menjadi <em>obsolete<\/em>. Perkembangan zaman yang cepat seperti teknologi, akan membuat model lama semakin tidak laku apabila tidak dijual segera.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut merupakan dampak langsung dari resiko produk yang dapat menjadi usang, dan tidak dapat dijual. Lantas, bagaimana dengan dampak ke depan yang diakibatkan olehnya?<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Biaya untuk <\/strong><strong><em>brand repositioning<\/em><\/strong>. Untuk menjual kembali stok FMCG, perusahaan umumnya perlu melakukan brand <em>positioning<\/em> lagi untuk menciptakan <em>demand<\/em> baru.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Biaya untuk tenaga kerja<\/strong>. Barang yang sudah tidak dapat dijual kembali atau <em>obsolete<\/em>, hanya bisa dibuang. Proses pembuangan ini akan memerlukan tenaga kerja yang tentunya tidak gratis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Profit margin<\/em><\/strong><strong> yang menurun<\/strong>. Dengan pengeluaran biaya yang dijelaskan di atas, maka secara langsung <em>profit margin<\/em> perusahaan dalam bisnis tersebut akan menurun.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Reputasi Brand Menurun<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahaya <em>overstock<\/em> yang terakhir, akan mengancam reputasi yang sudah susah payah dikelola perusahaan. Bagaimana bisa kelalaian dalam membeli stok dapat merusak reputasi perusahaan itu sendiri?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mendapatkan pendapatan dari stok tersebut, perusahaan akan menjualnya dengan harga yang lebih murah. Ini dapat memberikan persepsi pada pelanggan, yang mengira jika mereka membeli barang murahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditambah lagi, dengan harga tersebut, pelanggan juga akan berasumsi untuk membeli produk tersebut saat harganya murah saja. Alhasil, produk yang sama akan sulit terjual ke depannya dengan harga standar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perkembangan dunia bisnis retail yang begitu cepat, pengunjung selalu ingin mengincar produk baru. Perusahaan yang terus menjual produk lama akan dianggap tidak mampu mengikuti perkembangan tren pasar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Atasi Overstock dengan Likuidasi Kelebihan Stok<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, setelah mengetahui bahaya <em>overstocking<\/em>, bagaimana jika perusahaan sudah terlanjur melakukannya? Untuk itu, solusi terbaiknya adalah dengan<a href=\"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/blog\/surplus-inventory\/likuidasi-stok-berlebih\/\"> likuidasi stok berlebih<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Likuidasi merupakan proses pencairan stok untuk mendapatkan uang. Meski uang yang didapat tidak 100%, namun perusahaan dapat menghindari bahaya yang dijelaskan di atas. Lalu, bagaimana cara melikuidasi stok?<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memberikan penawaran yang menjanjikan<\/strong>. Misalnya dengan memberikan harga diskon, penawaran harga <em>bulk<\/em>, atau dijual dengan produk lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/blog\/surplus-inventory\/jual-surplus-inventory\/\">Menjual stok berlebih<\/a> secara <em>online<\/em><\/strong>. Perusahaan dapat mengandalkan B2B <em>e-commerce<\/em> atau <em>online marketplace<\/em>, untuk menjual barang yang <em>overstock<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengandalkan perusahaan likuidator<\/strong>. Perusahaan dapat menyerahkan urusan likuidasi stok kepada perusahaan likuidator, untuk menghemat waktu dan tenaga kerja.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila stok tidak dapat dijual, maka perusahaan dapat memberikan stok sebagai insentif kepada pelanggan. Opsi lainnya adalah dengan memberikan stok sebagai bentuk donasi, jika kualitasnya masih bagus.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Likuidasi Overstock bersama Zaapko!<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Likuidasi kelebihan stok atau <em>overstock<\/em> memang akan membutuhkan upaya yang besar. Perusahaan mungkin tidak memiliki banyak waktu atau tenaga kerja yang cukup, dan ingin fokus ke bagian operasional bisnis yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda mengalami hal ini, jangan khawatir. <a href=\"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/blog\/surplus-inventory\/kelebihan-inventaris-perusahaan\/\">Zaapko akan dapat membantu perusahaan untuk melakukan likuidasi dengan cepat<\/a>. Seperti yang dijelaskan di atas, B2B <em>e-commerce<\/em> seperti Zaapko dapat menjadi pilihan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui <em>platform<\/em> <a href=\"http:\/\/zaapko.com\">Zaapko<\/a>, perusahaan dapat memuat informasi lengkap mengenai stok yang ingin dijual. Jika ingin ada yang membeli, Zaapko akan mengidentifikasi pembeli tersebut untuk membantu perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya sekedar <em>e-commerce<\/em> untuk menjual stok berlebih, Zaapko juga melayani logistik dan bantuan teknisi 24\/7. Baik pemilik stok maupun pembeli, akan dapat melakukan transaksi dengan mudah di Zaapko.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab itu, hindari bahaya <em>overstocking<\/em> yang mengancam perusahaan, dengan melakukan likuidasi bersama Zaapko. Karena di Zaapko, Anda akan mendapatkan layanan likuidasi terbaik dengan harga yang kompetitif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sering dianggap sepele, ini bahaya overstock yang bisa mengancam bisnis Anda! Ayo mulai likuidasi stok berlebih sebagai solusi terbaik mengatasi kelebihan stock.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1851,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-1850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-surplus-inventory"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1852,"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1850\/revisions\/1852"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasarramahbisnis.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}